Cuaca Buruk, Banjir Rob Ancam Lampung #beritaterkini #shorts
Descrição
BANDARLAMPUNG – Sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Lampung kembali dihadapkan pada potensi banjir rob dan cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung menyusul fase bulan baru yang jatuh pada Rabu (19/11).
Forecaster BMKG Maritim Lampung Rifki Arif menjelaskan bahwa fase bulan baru tersebut berpotensi memicu peningkatan pasang maksimum air laut pada 21–24 November 2025. Kondisi ini diperkirakan berdampak pada hampir seluruh pesisir di Lampung.
Ia melanjutkan kenaikan pasang air laut dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal atau bekerja di kawasan pesisir. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, perikanan darat, hingga permukiman dekat pantai berisiko terdampak banjir rob, terlebih jika terjadi bersamaan dengan cuaca laut yang tidak stabil.
BMKG juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim melalui Stasiun Meteorologi Maritim Panjang sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi ekstrem yang mungkin terjadi.
Selain banjir rob, BMKG Lampung turut memperingatkan potensi cuaca buruk yang diprediksi masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah faktor meteorologis mendukung terbentuknya cuaca ekstrem, seperti adanya daerah konvergensi yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan, gelombang low frequence yang memicu pembentukan awan hujan, serta suhu muka laut yang menghangat sehingga meningkatkan penguapan di wilayah Lampung.
Kelembapan udara juga tercatat tinggi, berada pada kisaran 70–100 persen pada lapisan 850 hingga 500 mb selama tiga hari ke depan.
Dengan kondisi tersebut, Lampung berpotensi mengalami hujan intensitas ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari di sejumlah wilayah seperti Lampung Barat, Way Kanan, Tulangbawang Barat, Lampung Timur, Tanggamus, Lampung Utara, Pringsewu, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Metro, Mesuji, Tulangbawang, dan Pesawaran.
BMKG mengimbau masyarakat selalu berhati-hati terhadap potensi dampak cuaca seperti pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir.
Sebelumnya, Cuaca ekstrem menerjang Lampung pada Selasa (7/10).
Di Bandarlampung mengakibatkan sebuah bangunan berbahan baja ringan ambruk di Jalan Raden Imba Kusuma, tidak jauh dari Tugu Durian, Sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat (TkB).
Insiden itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah setempat.
Menurut keterangan warga di sekitar lokasi, bangunan yang roboh tersebut merupakan rangka baja ringan dari sebuah rumah yang belum diketahui pemiliknya.
“Gak tahu itu rumah atau ruko, tapi yang jelas ambruk dan ngalangin jalan. Tadi anginnya kayak puting beliung, kendaraan pada putar balik semua,” ujar Eva, salah satu saksi mata.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa yang roboh bukanlah rumah permanen, melainkan struktur baja ringan yang terdapat pada bangunan itu.
“Benar, tadi sekitar pukul setengah dua belas siang, angin kencang dan hujan deras menyebabkan rangka baja ringan ambruk. Materialnya jatuh ke badan jalan, sehingga arus lalu lintas sempat tersendat,” ungkap Idham.
Ia menambahkan, tim BPBD segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi material agar jalur kendaraan kembali bisa dilalui.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan terbuka atau memiliki bangunan dengan struktur ringan, serta bagi pengendara saat cuaca buruk.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan menangani insiden pohon tumbang yang sempat menyebabkan kemacetan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).
Kabid Damkarmat Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Ruly Fikriansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan pohon tumbang dari Kepala Desa Munjuk Sampurna, Erwinsyah, pada Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.
Pohon tumbang berukuran cukup besar dan menutup sebagian badan jalan, sehingga sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas di lokasi.
Untuk melancarkan arus kendaraan, petugas dari Satlantas Polres Lampung Selatan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan kecil ke Gedung Uji Kir Dishub yang berada di seberang lokasi pohon tumbang.
“Lalu lintas sempat macet panjang sekitar 30 menit,” lanjut Ruly.
Dinas Damkarmat mengerahkan dua tim, masing-masing dari Posko Kalianda dan Posko Sidomulyo, untuk melakukan pemindahan pohon tumbang tersebut. (mel/c1/abd) #metropolisradar
Peringatan ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung menyusul fase bulan baru yang jatuh pada Rabu (19/11).
Forecaster BMKG Maritim Lampung Rifki Arif menjelaskan bahwa fase bulan baru tersebut berpotensi memicu peningkatan pasang maksimum air laut pada 21–24 November 2025. Kondisi ini diperkirakan berdampak pada hampir seluruh pesisir di Lampung.
Ia melanjutkan kenaikan pasang air laut dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal atau bekerja di kawasan pesisir. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, perikanan darat, hingga permukiman dekat pantai berisiko terdampak banjir rob, terlebih jika terjadi bersamaan dengan cuaca laut yang tidak stabil.
BMKG juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim melalui Stasiun Meteorologi Maritim Panjang sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi ekstrem yang mungkin terjadi.
Selain banjir rob, BMKG Lampung turut memperingatkan potensi cuaca buruk yang diprediksi masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah faktor meteorologis mendukung terbentuknya cuaca ekstrem, seperti adanya daerah konvergensi yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan, gelombang low frequence yang memicu pembentukan awan hujan, serta suhu muka laut yang menghangat sehingga meningkatkan penguapan di wilayah Lampung.
Kelembapan udara juga tercatat tinggi, berada pada kisaran 70–100 persen pada lapisan 850 hingga 500 mb selama tiga hari ke depan.
Dengan kondisi tersebut, Lampung berpotensi mengalami hujan intensitas ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari di sejumlah wilayah seperti Lampung Barat, Way Kanan, Tulangbawang Barat, Lampung Timur, Tanggamus, Lampung Utara, Pringsewu, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Metro, Mesuji, Tulangbawang, dan Pesawaran.
BMKG mengimbau masyarakat selalu berhati-hati terhadap potensi dampak cuaca seperti pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir.
Sebelumnya, Cuaca ekstrem menerjang Lampung pada Selasa (7/10).
Di Bandarlampung mengakibatkan sebuah bangunan berbahan baja ringan ambruk di Jalan Raden Imba Kusuma, tidak jauh dari Tugu Durian, Sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat (TkB).
Insiden itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah setempat.
Menurut keterangan warga di sekitar lokasi, bangunan yang roboh tersebut merupakan rangka baja ringan dari sebuah rumah yang belum diketahui pemiliknya.
“Gak tahu itu rumah atau ruko, tapi yang jelas ambruk dan ngalangin jalan. Tadi anginnya kayak puting beliung, kendaraan pada putar balik semua,” ujar Eva, salah satu saksi mata.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa yang roboh bukanlah rumah permanen, melainkan struktur baja ringan yang terdapat pada bangunan itu.
“Benar, tadi sekitar pukul setengah dua belas siang, angin kencang dan hujan deras menyebabkan rangka baja ringan ambruk. Materialnya jatuh ke badan jalan, sehingga arus lalu lintas sempat tersendat,” ungkap Idham.
Ia menambahkan, tim BPBD segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi material agar jalur kendaraan kembali bisa dilalui.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan terbuka atau memiliki bangunan dengan struktur ringan, serta bagi pengendara saat cuaca buruk.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan menangani insiden pohon tumbang yang sempat menyebabkan kemacetan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).
Kabid Damkarmat Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Ruly Fikriansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan pohon tumbang dari Kepala Desa Munjuk Sampurna, Erwinsyah, pada Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.
Pohon tumbang berukuran cukup besar dan menutup sebagian badan jalan, sehingga sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas di lokasi.
Untuk melancarkan arus kendaraan, petugas dari Satlantas Polres Lampung Selatan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan kecil ke Gedung Uji Kir Dishub yang berada di seberang lokasi pohon tumbang.
“Lalu lintas sempat macet panjang sekitar 30 menit,” lanjut Ruly.
Dinas Damkarmat mengerahkan dua tim, masing-masing dari Posko Kalianda dan Posko Sidomulyo, untuk melakukan pemindahan pohon tumbang tersebut. (mel/c1/abd) #metropolisradar
Palavra-chave: meteorologia em belas






![NITO - Despidida ta Dué (OFFICIAL VIDEO) [2021] By Baza Lumi Music](https://i.ytimg.com/vi/GnHrEZEtanE/maxresdefault.jpg)































![[MOÇAMBIQUE] GERMIA INFLUENCER - DIA A DIA E HISTÓRIAS #22⭐️✨](https://i.ytimg.com/vi/mta1345LoEI/maxresdefault.jpg)

